11.049 Lansia Menerima Vaksin COVID-19 pada Program VACCINE & TRACE di Sulawesi Selatan

Kesehatan200 Views

Program Kemitraan Australia Indonesia untuk Ketahanan Kesehatan (AIHSP) bekerja sama dengan Save the Children yang menggandeng Sulawesi Community Foundation berkontribusi untuk mempercepat cakupan vaksinasi COVID-19, terutama untuk kelompok rentan, termasuk lansia dan penyandang disabilitas. Program ini berhasil menyuntikkan vaksin COVID-19 kepada 2927 penyandang disabilitas dan 11.049 lansia, serta 41.987 kelompok rentan. Hal ini disampaikan dalam acara Pembelajaran Program VACCINE & TRACE di Sulawesi Selatan Juni 2022 – Mei 2023 yang berlangsung di Gardenia Room Hotel Claro, Kamis 25 Mei 2023.

“Setahun bekerja dengan mitra yakni Organisasi Penyandang Disabilitas, Organisasi Masyarakat Sipil, dan Organisasi Berbasis Masyarakat, relawan, agent of change, dan puskesmas, kami berhasil memberikan vaksin COVID-19 kepada 55.963 orang di lima kabupaten yakni Kabupaten Gowa, Kabupaten Maros, Kabupaten Bone, Kabupaten Pinrang, dan Kabupaten Enrekang,” kata Muliadi Makmur, Project Manajer VACCINE – SCF dalam pemaparannya.

Cakupan vaksinasi COVID-19 dalam program ini bisa tercapai karena adanya strategi pelaksaanaan vaksinasi COVID-19 dengan memperkuat dan mengadvokasi cara vaksinasi yang lebih strategis dan inklusif, membangun kapasitas organisasi masyarakat sipil, organisasi berbasis komunitas, organisasi penyandang disabilitas, dan aktor lokal lainnya, serta berkolaborasi dengan jejaring, pengetahuan, dan pengalaman tentang konteks lokal.

Robi Lay yang merupakan Acting PM Project VACCINE & TRACE – Save the Children menegaskan, salah satu kelebihan dalam program ini adalah layanan vaksinasi yang sensitif GEDSI (Gender, Disabilitas, dan Inklusi Sosial). Dengan kata lain, kita semua berusaha menjangkau yang tidak terjangkau secara bermartabat.

“Itu bukan hanya sekedar slogan namun menjadi nyata dalam Program VACCINE & TRACE yang kita lakukan bersama. Kita berusaha menjangkau melalui informasi dalam berbagai bentuk, memperluas dan mendekatkan layanan kepada masyarakat yang kurang terjangkau, menyelenggarakan vaksinasi yang setara untuk semua orang, terutama untuk lansia dan penyandang disabilitas dan juga membuka akses untuk kelompok yang selama ini menghadapi kendala baik secara administrasi maupun jarak,” jelas pria kelahiran Kupang ini, di sela-sela acara.

Dinas Kesehatan Provinsi Sulawesi Selatan memberikan apresiasi yang besar terhadap pelaksanaan program yang turut berperan mendukung upaya Pemerintah Provinsi Sulawesi Selatan dalam menanggulangi bahaya COVID-19 terutama untuk lansia dan penyandang disabilitas.

Kepala Bidang Pencegahan dan Pengendalian Penyakit Dinkes Sulsel, Ardadi mengungkapkan penanggulangan COVID-19 harus melibatkan seluruh pihak, termasuk organisasi penyandang disabilitas, organisasi masyarakat sipil, dan organisasi berbasis masyarakat.

“Sejak tahun 2021 Pemerintah Sulawesi Selatan berupaya keras untuk menanggulangi COVID-19 melalui vaksinasi COVID-19, dan kita memberi apresiasi yang besar kepada seluruh pihak yang turut terlibat meningkatkan cakupan vaksinasi COVID-19 dalam hal ini AIHSP, Save the Children, dan Sulawesi Community Foundation melalui Program VACCINE & TRACE di Sulawesi Selatan,” kata Ardadi, S.Farm. M.Kes selaku Kabid P2P Dinkes Sulawesi Selatan.

Proses pelaksanaan vaksinasi program VACCINE & TRACE juga ikut memberikan edukasi dan peningkatan kapasitas bagi parapihak melalui penyebaran material SBCC, dan beragam pelatihan dan workshop. Edukasi dan kampanye ini setidaknya melibatkan 125 relawan dan agent of change, 79 mitra organisasi dan 94 puskesmas di lima kabupaten wilayah Sulsel. Hal ini dilakukan agar informasi yang valid mengenai vaksinasi COVID-19 bisa menyasar kelompok yang selama ini kesulitan karena keterbatasan akses.

Ketua PerDIK (Pergerakan Difabel Indonesia untuk Kesetaraan) yang menjadi salah satu mitra organisasi dalam program VACCINE & TRACE ini menuturkan “Kegiatan ini sangat bermanfaat, karena tidak banyak orang yang mau datang ke desa menemui teman-teman difabel yang tinggal di desa untuk memberi akses pada vaksin. Sementara kita tahu, jumlah difabel yang tinggal di desa lebih banyak daripada yang tinggal di kota. Dan kebanyakan tidak terakses oleh informasi.”